Kamis, 11 Juni 2020

Dicekoki Excimer, Siswi SMP Asal Pagelaran Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual



SOFFA INFORA MEDIA - PANDEGLANG | Seorang siswi kelas 3 SMP asal Kecamatan Pagelaran, sebut saja Bunga (15) diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh beberapa Pria Anak Baru Gede (ABG) usai dicekoki obat excimer oleh temannya hingga tak sadarkan diri.

Peristiwa ini bermula ketika Bunga ingin pergi bermain, kemudian minta dijemput oleh temannya yang berinisial AY. Setelah itu AY menjemput Bunga menggunakan sepeda motor dan membawanya pergi ke sebuah Pantai di Kecamatan Pagelaran.

Hal itu juga dibenarkan oleh EM (55) selaku orangtua AY. EM menuturkan, berdasarkan keterangan dari AY, bahwa Bunga dan AY sudah berteman lama di Media Sosial (MEDSOS) dan sering main ke rumahnya masing-masing, sehingga mereka sudah seperti adik kaka. Oleh sebab itulah AY dan dua temannya yang lain, menjemput Bunga untuk bermain ke Pantai.

Namun sayangnya seusai dari Pantai, Bunga, AY, dan teman-temannya tidak langsung pulang. Akan tetapi mereka justru mampir di sebuah Gubuk Sawah. Dan di Gubuk Sawah itulah mereka berkumpul dengan beberapa ABG lainnya yang sudah menunggu di Gubuk. Mereka mengkonsumsi excimer hingga pukul 03.00 WIB dini hari.

"Pada Jam 03.00 WIB Anak Saya pulang, karena sudah tiba waktunya makan sahur. Namun Bunga tidak pulang bersama Anak Saya, akan tetapi malah menginap di rumah tetangga Kami. Mungkin karena sudah terlalu banyak mengkonsumsi Excimer, sehingga Bunga menolak diajak pulang ke rumah Saya. Bunga lebih memilih nginap di rumah teman prianya." Papar EM kepada Awak Media pada Hari Rabu (11/6/2020).

Kemudian EM menambahkan, bahwa keesokan harinya ia khawatir terjadi sesuatu, sehingga akhirnya ia yang menjemput Bunga. Namun setelah ditanyakan kepada teman prianya, ternyata Bunga sudah diantar pulang.

"Ke esokan harinya Saya merasa khawatir, sehingga Saya langsung menjemput bunga ke rumah teman prianya karena takut terjadi apa-apa. Namun setelah sampai di rumah teman prianya tersebut, Saya tidak bertemu dengan Bunga. Tapi dikabarkan bahwa Bunga sudah diantar pulang ke rumahnya." Imbuh EM.

Sementara itu secara terpisah, salah satu narasumber mengatakan, bahwa gadis ABG yang disebut Bunga itu, ditemukan oleh Ketua RT di sebuah Gubuk Sawah dalam keadaan tidak sadar. Dan setelah ditelusuri identitasnya, Ketua RT langsung menghubungi keluarga Bunga, hingga Bunga dijemput pulang.

"Gadis ABG yang disebut Bunga itu ditemukan oleh Ketua RT di sebuah Gubuk Sawah dalam keadaan tak sadarkan diri. Setelah itu Kami menelusuri identitasnya dan menghubungi Pihak Keluarganya, hingga Bunga dijemput pulang." Ungkap seorang narasumber yang minta namanya tidak dipublikasikan.

Sedangkan menurut orangtua Bunga, yang berinisial N, saat dikonfirmasi oleh Awak Media membenarkan, bahwa anaknya sempat menghilang selama 2 hari dan ditemukan dalam keadaan tidak sadar karena pengaruh obat-obatan.

"Kami sebagai orangtua, sangat tidak terima melihat keadaan Anak Saya seperti itu. Dengan pertimbangan matang, Saya membuat laporan ke Polisi atas peristiwa yang menimpa Anak Saya." Terangnya.

Kemudian N juga melanjutkan, bahwa Pihaknya sangat terkejut ketika melihat hasil pemeriksaan medis, karena diperoleh informasi pada daerah kewanitaan anaknya terdapat luka yang tidak wajar.

 "Betapa terkejutnya Saya sebagai orangtua. Ketika dari hasil cek medis, diperoleh informasi ada luka yang tidak wajar pada daerah intim anak saya." Tuturnya sambil menangis.

( TB.AUJANI / HADI )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar