Oleh: Tb Mufti Bangkit Sanjaya
Sekretaris Asosiasi Pedagang Daging Indonesia DKI Jakarta-Pendiri Surasowan Institute (Cultural, Social, And Political Studies)
Perhelatan Tahun Politik sudah dimulai dengan adanya beberapa deklarasi para Calon Presiden, Saya yakin yang akan dicalonkan adalah Putra-putri terbaik bangsa Indonesia yang punya visi, Misi, dan Harapan untuk menjadikan Indonesia jauh lebih baik serta peduli terhadap rakyatnya.
Berharap tahun politik ini kita banyak belajar dari tahun-tahun sebelumnya, lebih dewasa dan bijaksana menyikapi perbedaan pandangan politik serta perbedaan calon presiden nanti tanpa ada eskalasi yang menjurus pada polarisasi masyarkat kita yang berpotensi memecah belah keutuhan berbangsa dan bernegara.
Untuk para generasi milenial saat ini agar lebih peduli terhadap yang namanya 'Politik'. Jangan pernah apatis apalagi skeptis terhadap politik karena kalau bukan kita yang mengawal politik Indonesia siapa lagi nantinya? Sedangkan peradaban sebuah bangsa itu lahir dari sebuah pemikiran dan upaya tentang tatanan ideologi, kedaulatan, kekuasaan, pemerintahan, aturan, dan kebijakan yang di dalamnya terdapat kekuatan sumber daya alam serta rakyatnya demi kelangsungan tanah airnya yang dinamakan dasar kepentingan atau dengan kata lain secara bahasa maupun istilah dinamakan politik.
Selama kita masih tinggal di tanah air Indonesia tercinta ini semua aturan dan undang-undang lahir dari sebuah katalog induk konstitusi yaitu politik tadi yang terdiri beberapa sub induk sesuai dengan prinsip dan hirarkinya tersendiri. Berbeda dan berdiri sendiri namun saling mempengaruhi dan berkaitan. Ada unsur yudikatif, eksekutif, dan legislatif yang melalui perantara legislatif lah adanya para wakil daripada rakyat atau anggota DPR ( Dewan Perwakilan Rakyat) dari level daerah meliputi daerah, wilayah dan nasional. Contoh kecil Undang undang ketenagakerjaan yang saat ini berlaku lahir dari perundang undangan yang diciptakan oleh para anggota Dewan Saat ini, ketika ada yang bilang, " Nagapain sih ikut ikutan politik, emang lu dapat duit? Toh yang nyari duit kita sendiri." Ini benar. Tapi pernah tau atau tidak bahwa aturan perusahaan itu lahir dari Undang undang, kalau bukan kita yang peduli, mau siapa lagi?
Oleh sebab itu kita harus melek akan sebuah politik, kita lihat siapa yang benar-benar peduli menyuarakan nasib rakyat bukan saja tentang contoh kecil di atas hanya terkait kesejahteraan sosial tapi tentang arah kebijakan haluan negara dan kedaulatan teritorial sebuah bangsa tapi banyak aspek lainnya dari yang mendasar bahkan terbesar semisal pendidikan atau bahkan hal-hal yang menyangkut kebebasan beribadah, beragama, dan urusan keyakinan kepada Tuhan. Semuanya itu dilahirkan sebagai produk politik yang mengatur sebuah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Salam Hormat,
Dari rakyat jelata yang sering dianggap sampah oleh keluarga hanya karena gagal dipendidikan dan bergaul bebas tanpa merasa diri paling unggul, paling berakhlak, dan paling menak, serta melawan feodal warisan Belanda. Dari rakyat jelata yang sering dihina karena bukan orang kaya oleh masyarakat dan diabaikan oleh negara karena bukan dari golongan oligarkis ataupun dinasti politik.
Saya hanya seorang pedagang kecil di pasar becek tradisional yang sekedar ingin terus belajar dan melek politik, tapi punya cita-cita besar bisa menyetir dunia politik dari belakang layar dan panggungnya. Amiin.
Noted: Tulisan ini didedikasikan untuk paman saya (Iman Koswara) Seorang pedagang daging di Bekasi Karena terinspirasi dan terbentuk secara alam bawah sadar di antara medio saya berumur 13-16 tahun. Bahkan mungkin dia sendiri tidak ingat bahwa istilah "Politik Dagang Sapi" saya dengar dan dapatkan dari beliau. Sehat terus untuk sang Paman. Never give! Next industri dan ekosistem dagang sapi bisa pulih kembali seperti dulu saat jaman orde baru. Swasembada bahkan bisa eksport sapi walau ada dinamika banyak mafia politik masuk ke sektor ini untuk kepentingan pribadi dan golongannya saja. Tapi setidaknya dan artinya negara kita pernah berjaya di sektor perdagangan daging sapi. Harapan itu masih ada mang...
**Sekilas tentang sejarah munculnya istilah politik dagang sapi dalam perpolitikan Indonesia;
🇲🇨🐂
Alkisah, di tahun 70-an, Indonesia menjadi eksportir sapi. Pada saat itu perdagangan sapi sangat marak sekali di pasar-pasar. Karena pada perdagangan lazim saja terjadi tawar-menawar, munculah istilah politik dagang sapi. Secara sederhananya, politik dagang sapi artinya politik yang (disusupi) jual-beli “kepentingan”. Jadi, kabinet dagang sapi ya artinya kabinet menteri yang penuh “kepentingan”. Siapa yang “berkepentingan”? Yah, you know lah, hehe…
Jakarta Pusat, 12 Oktober 2022.
DISKLAIMER:
Seluruh isi tulisan dalam situs ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis bukan redaktur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar